Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Darul Ulum Islamic Centre Sudirman GUPPI (UNDARIS) terus melakukan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kolaborasi yang akan diselenggarakan di Kabupaten Jepara, khususnya wilayah Kepulauan Karimunjawa. Program ini merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat yang melibatkan mahasiswa lintas program studi serta menjalin kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam upaya mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di wilayah kepulauan.
Berbagai tahapan persiapan telah dilakukan oleh LPPM UNDARIS, mulai dari koordinasi dengan pemerintah daerah, pemerintah desa setempat, serta mitra yang terlibat dalam pelaksanaan KKN. Selain itu, LPPM juga melaksanakan pembekalan kepada seluruh peserta sebagai upaya untuk memberikan pemahaman mengenai kondisi sosial, budaya, dan potensi wilayah Karimunjawa. Pembekalan tersebut meliputi penyusunan program kerja, teknik pemberdayaan masyarakat, penguatan kapasitas kepemimpinan, serta etika dalam berinteraksi dengan masyarakat selama pelaksanaan KKN.
Ketua LPPM UNDARIS Dr. Sri Rahayu, S.E., M.Si menyampaikan bahwa KKN Kolaborasi ini dirancang untuk menghasilkan program yang adaptif dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat setempat. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu mengoptimalkan potensi lokal melalui berbagai kegiatan yang berfokus pada bidang pendidikan, kesehatan, lingkungan, ekonomi kreatif, pariwisata, serta penguatan kelembagaan masyarakat. Program-program yang disusun juga diarahkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di wilayah Karimunjawa.
Secara teknis, peserta KKN akan ditempatkan di desa Kemujan yang berada di kawasan Karimunjawa. Mengingat lokasi KKN berada di wilayah kepulauan, LPPM UNDARIS juga telah menyiapkan berbagai aspek teknis pendukung, mulai dari pengaturan transportasi laut menuju Karimunjawa, koordinasi tempat tinggal mahasiswa selama kegiatan berlangsung, hingga penyusunan mekanisme komunikasi dan pelaporan kegiatan. Para peserta juga dibekali dengan informasi mengenai kondisi geografis, keselamatan perjalanan, serta langkah-langkah mitigasi apabila terjadi kondisi cuaca yang kurang mendukung mobilitas antarwilayah.